SULAWESI SELATAN — Ford tengah mempersiapkan Fathom sebagai pikap listrik berukuran midsize yang akan mengisi segmen entry-level. Platform yang digunakan adalah Universal Electric Vehicle milik Ford sendiri, dan performanya dirancang untuk mengejutkan banyak pihak. Pencapaian 0-60 mph dalam 4,5 detik bukan sekadar angka, melainkan pernyataan bahwa kendaraan kerja kini bisa melesat lebih cepat dari mesin V8 bertenaga besar.
Slate Auto memang lebih dulu membuka buku pesanan untuk pikap EV termurah di Amerika Serikat. Namun dari sisi performa, Fathom diproyeksikan jauh di atas. Jika target 4,5 detik tercapai, selisihnya mencapai 3,5 detik lebih cepat dari Slate Pickup yang membutuhkan waktu 8 detik untuk mencapai 60 mph.
Dengan rentang waktu peluncuran yang masih berbulan-bulan, spesifikasi teknis lain seperti kapasitas baterai dan jarak tempuh masih dirahasiakan. Yang jelas, Fathom diposisikan sebagai kendaraan listrik dengan harga terjangkau, sejalan dengan strategi Ford untuk mendemokratisasi teknologi EV di pasar Amerika.
Generasi 997 merupakan salah satu desain 911 paling dicintai, terutama setelah facelift yang menghadirkan kembali lampu bulat khas. Namun di balik tampilannya, performa generasi ini kini tertandingi oleh sebuah pikap listrik. Carrera 4 bermesin 3.6 liter flat-six bertenaga 325 hp ini membutuhkan 4,9 detik untuk mencapai 60 mph.
Menariknya, transmisi Tiptronic S membuat waktu akselerasinya semakin lambat menjadi 5,3 detik. Sistem all-wheel drive-nya pun hanya mengirim 5 persen tenaga ke roda depan dalam kondisi normal, dan maksimal 40 persen saat deteksi selip.
E39 M5 adalah tonggak sejarah BMW dengan hadirnya mesin V8 pertama di jajaran M, yaitu S62 4.9 liter yang juga dipakai BMW Z8. Tenaga puncaknya mencapai 394 hp dengan torsi 369 lb-ft, cukup untuk akselerasi 0-60 mph dalam 4,8 detik dan kecepatan tertinggi 155 mph (terbatas elektronik).
Untuk konteks, pendahulunya E34 M5 dengan mesin inline-six hanya mampu mencatat 6,4 detik. E39 memang dikenal karena keseimbangan sasis dan distribusi tenaga ke roda belakang yang presisi, menjadikannya tolok ukur sedan sport selama bertahun-tahun.
Mustang GT 5.0 Convertible otomatis generasi S197 membutuhkan 4,8 detik untuk lari ke 60 mph, berdasarkan pengujian Car and Driver. Padahal varian ini dibekali mesin Coyote V8 5.0 liter DOHC yang menghasilkan 420 hp dan torsi 390 lb-ft.
Menariknya, varian coupe manual dengan paket Track yang dilengkapi rasio final 3.73 dan ban Pirelli P Zero mampu menyamai target Ford Fathom, yakni 4,5 detik. Ini membuktikan bahwa bobot dan transmisi memegang peranan krusial dalam performa akhir sebuah kendaraan.
Daftar mobil yang lebih lambat dari Fathom juga mencakup Aston Martin V8 Vantage 2012 dengan catatan 4,7 detik. Fakta ini menegaskan pergeseran paradigma: performa tinggi kini tidak lagi eksklusif milik mobil sport berharga miliaran rupiah.
Pasar otomotif global memang sedang bergerak ke arah elektrifikasi di semua segmen. Jika Ford berhasil mempertahankan target performa ini hingga produksi, Fathom berpotensi menjadi kendaraan kerja serba guna yang juga menyenangkan saat dikendarai, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di kelas pikap listrik murah.