SULAWESI SELATAN — Momen libur dan perayaan kemerdekaan tidak serta-merta menggerakkan pasar emas ritel. Berdasarkan pembaruan data Pegadaian hari ini, tiga merek emas yang paling banyak dicari masyarakat—Antam, UBS, dan Galeri 24—seluruhnya bertahan di level yang sama dengan perdagangan Minggu (16/8/2026).
Stabilitas ini bisa menjadi kabar baik bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum akhir pekan panjang untuk menambah portofolio. Sebab, selisih antara harga jual dan harga beli kembali (buyback) masih berada di kisaran normal, tidak melebar seperti yang kerap terjadi saat gejolak pasar.
Di antara ketiga merek tersebut, emas Antam masih menjadi yang termahal. Untuk ukuran 1 gram, logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk ini dipatok di angka Rp2.782.000. Sementara itu, emas UBS 1 gram dibanderol Rp2.736.000, dan Galeri 24 menjadi yang paling terjangkau di harga Rp2.677.000.
Bagi pembeli dengan modal lebih besar, Antam juga menyediakan variasi ukuran yang lebih lengkap. Harga untuk cetakan 2 gram misalnya, mencapai Rp5,5 juta, sedangkan ukuran 5 gram dibanderol Rp13,67 juta. Untuk ukuran besar seperti 100 gram, harganya menembus Rp272,18 juta.
Dari sisi likuiditas, harga pembelian kembali menjadi indikator penting bagi investor yang ingin menjual emasnya kembali. Pada perdagangan hari ini, Galeri 24 justru menawarkan nilai buyback tertinggi untuk ukuran 1 gram, yakni Rp2.515.000. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Antam dan UBS yang sama-sama berada di posisi Rp2.502.000 per gram.
Artinya, meski harga jual Galeri 24 lebih rendah, selisih atau spread antara harga jual dan buyback-nya justru lebih tipis. Hal ini membuat Galeri 24 cukup menarik bagi investor jangka pendek yang mengutamakan fleksibilitas saat ingin mencairkan aset.
Pola harga yang datar selama dua hari berturut-turut biasanya menandakan pasar sedang menunggu katalis baru, baik dari data ekonomi domestik maupun pergerakan dolar AS di pasar global. Bagi investor ritel, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi pembelian tanpa perlu khawatir kehilangan momen.
Pegadaian sendiri terus memperbarui harga emas setiap hari kerja, mengikuti acuan harga logam mulia internasional dan kurs rupiah. Dengan tidak adanya perubahan hari ini, kepastian harga menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di tengah suasana perayaan HUT RI.