BANTAENG — Aksi main hakim sendiri nyaris terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, usai seorang kakek berinisial S (61) digelandang petugas dari rumahnya, Sabtu (15/8/2026) malam. Warga yang geram dengan aksi pelaku yang membacok tetangganya sendiri sempat mencoba menghakimi saat S hendak dibawa ke mobil patroli, namun upaya tersebut berhasil dicegah aparat.
Pelaku yang merupakan warga Masarang, Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, ditangkap Tim URC Satreskrim Polres Bantaeng yang dipimpin Aipda Sabil bersama Tim Opsnal Sat Intelkam dan Polsek Tompobulu. Penggerebekan dilakukan hanya sekitar 90 menit setelah korban SH (50) melaporkan insiden berdarah yang menimpanya.
Proses penangkapan berlangsung dramatis. Petugas yang masuk ke dalam rumah pelaku yang gelap sempat kesulitan menemukan keberadaan S karena ia bersembunyi. Setelah menyasar sejumlah ruangan, kakek tersebut akhirnya ditemukan tengah bersembunyi di balik kamar saat petugas mendobrak pintu.
"Benar, terduga pelaku S telah berhasil diamankan oleh tim gabungan," kata Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Andi Aldiansyah kepada wartawan, Minggu (15/8).
Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Parang tersebut kini diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Bantaeng.
Insiden berdarah ini berawal dari kesalahpahaman soal ayam. Sehari sebelum kejadian, S sempat mengira ayam miliknya yang hilang dibawa oleh korban. Tuduhan itu membuat korban tidak terima, terlebih belakangan diketahui ayam tersebut bukan milik S.
Korban kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. Pertemuan itu justru memicu adu mulut hebat yang berujung pada aksi saling serang hingga pelaku mengambil parang.
"Pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang hingga korban mengalami luka robek pada leher sebelah kiri, siku, lengan, dan jari tangan," jelas Aldiansyah.
Usai diamankan, S langsung digelandang ke Mapolres Bantaeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami motif pasti di balik aksi penganiayaan yang menimpa tetangganya sendiri tersebut.
"Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna memastikan seluruh rangkaian kejadian serta motif pasti di balik kasus penganiayaan ini," tegas AKP Andi Aldiansyah.
Korban sendiri dilaporkan menderita luka robek parah di bagian leher hingga lengan akibat sabetan parang pelaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban dan apakah ia telah mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit setempat.