MAKASSAR — PT Vale Indonesia kembali menggandeng Tempo Institute untuk meningkatkan kompetensi insan pers di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara menjadi peserta dalam program Upskilling & Site Visit Media yang berlangsung di Sorowako, Luwu Timur, pada 26 hingga 28 Juli 2026.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra perusahaan dalam menghadirkan informasi yang independen dan berbasis fakta. Ia menekankan bahwa integritas harus tercermin dalam setiap aspek bisnis, termasuk cara membangun komunikasi dengan publik.
"Kami percaya kepemimpinan yang bertanggung jawab harus ditopang oleh keterbukaan informasi, sementara integritas diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta. Karena itu, media merupakan mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik," ujar Yusri dalam keterangan yang diterima di Makassar, Kamis.
Redaktur Pelaksana Tempo, Raymundus Rikang, mengapresiasi inisiatif PT Vale. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan, khususnya dalam liputan investigasi.
"Tidak banyak perusahaan yang terbuka untuk mendukung peningkatan kompetensi investigasi bagi wartawan. Langkah PT Vale patut diapresiasi," ungkap Raymundus.
Para peserta tidak hanya mendapat materi di kelas. Mereka juga diajak melihat langsung operasional proyek strategis perusahaan, yakni Sorowako Limonite (Sorlim) yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP).
Senior Manager Construction IGP Sorlim PT Vale Indonesia, Ridwan Banda, menjelaskan bahwa proyek ini mengintegrasikan pengembangan tambang limonit di Blok Sorowako dengan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL). Bijih nikel kadar rendah dengan rata-rata 1,14 persen Ni akan diolah menjadi produk bernilai tambah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kendaraan listrik dan transisi energi.
Progres pembangunan tambang telah mencapai 50,5 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal II 2027. Sementara itu, pembangunan fasilitas HPAL mencapai 19,3 persen dengan target penyelesaian pada kuartal IV 2027.
"Pembangunan fasilitas HPAL akan berlokasi di kawasan industri di Kabupaten Luwu Timur dan didukung oleh Feed Preparation Plant (FPP) serta berbagai fasilitas penunjang lainnya," papar Ridwan.
Melalui program ini, PT Vale berharap para jurnalis tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi, tetapi juga perspektif baru dalam menyampaikan informasi yang objektif dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan selaras dengan upaya menciptakan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi warga sekitar.