Dow Jones Melonjak 1% ke 52.747, Rotasi dari Saham Semikonduktor ke Sektor Kesehatan dan Keuangan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 07:47:01 WIB
Indeks Dow Jones ditutup menguat 1% ke level 52.747.

SULAWESI SELATAN — Indeks S&P 500 ikut menguat tipis 0,21% ke 7.428,78, namun Nasdaq Composite merosot 0,22% ke 24.876,91. Pergerakan ini mencerminkan perubahan preferensi investor yang mulai meninggalkan saham teknologi yang sebelumnya melesat tinggi.

Dua Sektor Cetak Rekor, Saham Teknologi Terkoreksi Dalam

ETF VanEck Semiconductor (SMH) tercatat turun lebih dari 3% dan sudah melemah selama empat hari berturut-turut. Saham Micron dan AMD menjadi yang paling terpukul dengan penurunan masing-masing di atas 8%.

Di sisi lain, Health Care Select Sector SPDR Fund (XLV) dan Financial Select Sector SPDR Fund (XLF) justru menembus rekor tertinggi baru. Sektor asuransi menjadi motor penggerak di balik penguatan sektor keuangan.

Laporan Keuangan Emiten dan Harga Minyak Jadi Katalis

Kinerja kuartal II yang solid menjadi pendorong utama. Saham Sherwin-Williams melonjak 8% setelah melampaui ekspektasi, sementara Coca-Cola naik 5% berkat pendapatan dan laba di atas perkiraan serta kenaikan proyeksi tahunan.

Sentimen positif juga datang dari pasar energi. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 4% ke US$ 79,26 per barel, sementara Brent merosot 4,8% ke US$ 84,09 per barel. Pelemahan ini dipicu oleh pembicaraan Iran dengan Arab Saudi dan Oman terkait Selat Hormuz.

Analis: Rotasi Sektor Masih Bergantung pada Suku Bunga dan Harga Minyak

Ahli strategi investasi di Baird, Ross Mayfield, menilai pelemahan momentum saham teknologi sudah berlangsung enam hingga delapan pekan terakhir dan lebih bersifat teknikal ketimbang fundamental. Menurutnya, rotasi ke sektor siklikal seperti barang konsumsi diskresioner belum tentu berlanjut.

"Sulit untuk sepenuhnya meyakinkan bahwa sektor barang konsumsi, keuangan, atau industri akan terus diminati jika suku bunga naik dan harga minyak mendekati US$ 100 per barel," kata Mayfield, dikutip dari CNBC International, Rabu (29/7).

Investor Menunggu Suku Bunga The Fed dan Laporan Emiten Teknologi

Pasar kini fokus pada hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu (29/7) waktu setempat. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga acuan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, kontrak berjangka Fed funds memperkirakan peluang kenaikan 25 basis poin baru terjadi pada September.

Selain itu, musim laporan keuangan emiten teknologi besar seperti Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft juga menjadi perhatian. Kinerja keempat raksasa ini dinilai akan menentukan arah pergerakan Wall Street dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top