SULAWESI SELATAN — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa integrasi aset ini akan memperkuat posisi Danareksa secara signifikan. "Langkah strategis ini akan memperkuat posisi Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara," kata Dony dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).
Selama ini, kawasan industri milik negara dikelola oleh sejumlah entitas yang berbeda, menyebabkan inefisiensi dan kurangnya standar pelayanan yang seragam. Melalui konsolidasi ini, pemerintah ingin membangun struktur pengelolaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar. Targetnya bukan sekadar menambah luas lahan, tetapi juga mengoptimalkan aset yang ada agar menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) secara berkelanjutan.
Transformasi Danareksa tidak hanya berhenti pada perluasan lahan. Perusahaan akan mengembangkan kawasan industri menjadi ekosistem yang lengkap, bukan sekadar lokasi pabrik. Strateginya mencakup pengembangan tujuh kawasan industri eksisting, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, hingga penguatan sumber pendapatan dari sektor pendukung.
Pendapatan berulang itu akan digali dari berbagai layanan, seperti utilitas, infrastruktur, dan properti di sekitar kawasan. Dony menjelaskan, keberhasilan sebuah kawasan industri kini sangat bergantung pada kualitas infrastruktur dasar, pasokan utilitas, konektivitas, dan fasilitas pendukung. "Dengan satu struktur pengelolaan, proses pengembangan kawasan dapat diarahkan dengan strategi yang lebih seragam dan terukur," ujarnya.
Persaingan antarnegara dalam menarik investasi manufaktur semakin ketat. Investor tidak hanya mencari lahan murah, tetapi juga kepastian infrastruktur, kemudahan bisnis, dan kualitas layanan. Pengelolaan yang terfragmentasi selama ini dinilai menjadi salah satu hambatan.
Dengan konsolidasi ini, Danareksa diharapkan mampu menciptakan standar pengelolaan yang lebih kompetitif dan menjadi pintu masuk bagi investasi asing. Keberadaan kawasan industri yang terkelola dengan baik dapat mempercepat proses pembangunan fasilitas produksi dan mengurangi hambatan awal investasi. Jika berjalan sesuai rencana, skala pengelolaan Danareksa yang masif ini menjadi modal strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri dan manufaktur di Asia Tenggara.