Plt Dirut PDAM Makassar Bantah Cadangan Air Hanya 30 Hari, Sebut Distribusi Masih Terkendali di Tengah Kemarau

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:35:01 WIB
Plt Dirut PDAM Makassar membantah informasi cadangan air hanya 30 hari dan menegaskan distribusi masih terkendali di tengah kemarau.

Informasi yang sempat beredar mengenai cadangan air bersih yang hanya tersisa 30 hari membuat sebagian warga Makassar cemas. Namun, Andi Syahrum langsung meluruskan. Ia menjelaskan angka tersebut merupakan proyeksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar untuk skenario kondisi darurat.

“Angka 30 hari merupakan skenario kondisional apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu. Itu bukan gambaran kondisi produksi air hari ini,” ujar Andi Syahrum dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (15/8).

Ia menambahkan, BPBD juga telah menyampaikan bahwa wilayah yang dilayani jaringan pipa PDAM saat ini masih dalam kondisi relatif aman.

Kondisi Sumber Air Baku: Ada yang Stabil, Ada yang Tertekan

PDAM Makassar tidak bergantung pada satu sumber air baku. Sistem penyediaan air berasal dari beberapa titik dengan karakteristik berbeda, sehingga penurunan debit di satu lokasi tidak otomatis menggangu seluruh kota.

Bendungan Bili-Bili yang menyuplai Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Somba Opu dan IPA 4 Maccini Sombala masih memiliki debit relatif stabil. Sementara Bendung Lekopancing menjadi sumber yang paling terdampak akibat penurunan debit musim kemarau. Adapun Intake Manggala di Moncongloe yang melayani IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang saat ini masih berkontribusi sekitar 1.200 liter per detik, meski dipengaruhi pasang surut Selat Makassar.

“Keberadaan beberapa sumber air baku ini membuat penurunan debit di satu lokasi tidak otomatis menyebabkan gangguan layanan di seluruh kota,” jelas Andi Syahrum.

Langkah Mitigasi: Rekayasa Distribusi hingga Armada Tangki

Meski distribusi masih terkendali, PDAM Makassar tidak tinggal diam. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.

Langkah-langkah tersebut meliputi rekayasa distribusi untuk mengoptimalkan pasokan ke wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air. Selain itu, armada mobil tangki juga disiagakan bagi pelanggan yang membutuhkan. PDAM juga memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar dalam forum kesiapsiagaan kekeringan.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku secara berkala. Informasi mengenai layanan akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM,” tegas Andi Syahrum.

BMKG: Antisipasi PDAM Sudah Tepat, El Nino Bikin Kemarau Lebih Panjang

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan PDAM. Menurutnya, upaya mencari dan mengoptimalkan sumber air baku alternatif merupakan strategi penting.

“Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” kata Nasrol.

Nasrol menjelaskan, Sulawesi Selatan telah memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, suhu diperkirakan mencapai 34–36 derajat Celsius dengan curah hujan sangat rendah, sekitar 0–20 milimeter per bulan. Ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: res-publica.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top