3 Agenda Strategis Dibahas Pemprov Sulsel Bersama ANRI, Pusat Khazanah Maritim Diusulkan Hadir di Makassar

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 20:03:31 WIB
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel bertemu Deputi ANRI untuk bahas penguatan kearsipan provinsi.

MAKASSAR — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang dipimpin Plt Kepala Dinas, Prof. Dr. Muhammad Jufri, bertemu langsung dengan Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Dr. Andi Abu Bakar. Pertemuan ini membahas tiga isu utama: pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan nilai substansi arsip, serta peningkatan kualitas layanan kearsipan di tingkat provinsi.

Pusat Khazanah Maritim: Lebih dari Sekadar Gudang Arsip

Gagasan yang paling menarik perhatian adalah rencana pendirian Pusat Khazanah Maritim Indonesia. Menurut Andi Abu Bakar, Sulawesi Selatan dinilai strategis karena menyimpan banyak jejak peradaban maritim yang penting bagi kawasan timur Indonesia.

“Pusat ini bukan sekadar tempat penyimpanan arsip, melainkan pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan pariwisata berbasis sejarah maritim,” ujar Andi Abu Bakar dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (12/6/2026). Fasilitas itu direncanakan dilengkapi diorama dan media edukatif interaktif.

Arsip Jadi Instrumen Akuntabilitas Pemerintahan dan Bisnis

Dalam kesempatan yang sama, Deputi ANRI menegaskan bahwa arsip merupakan fondasi akuntabilitas lembaga. “Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security bagi lembaga di masa depan,” tegasnya.

Pernyataan ini relevan mengingat pengelolaan arsip yang buruk kerap menjadi celah dalam kasus korupsi dan sengketa administrasi di daerah. Oleh karena itu, pengelolaan arsip yang baik tidak hanya soal penyimpanan dokumen, tetapi bagian dari tata kelola organisasi yang profesional dan transparan.

Komitmen Pemprov: Ekosistem Literasi Sejarah dan Pelestarian Arsip

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Muhammad Jufri, menyambut positif gagasan pusat khazanah maritim. Menurutnya, keberadaan pusat tersebut akan menjadi ruang pembelajaran bernilai bagi masyarakat dan memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat sejarah maritim nasional.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” ujar Jufri.

Sementara itu, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj Mustaana, menambahkan bahwa koordinasi dengan ANRI menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas layanan kearsipan. “Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin tertata, modern, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Mustaana.

Apa Langkah Selanjutnya?

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel berkomitmen menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan menyusun kajian teknis pendirian pusat khazanah maritim. Rencana ini juga akan diselaraskan dengan kebijakan DAK dan regulasi kearsipan daerah. Jika terealisasi, Sulsel akan menjadi provinsi pertama di Indonesia Timur yang memiliki pusat dokumentasi maritim terintegrasi dengan fungsi wisata edukasi.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: sulselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top