MAKASSAR — Tim Penggerak PKK Kota Makassar mengambil peran sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga di era digital. Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet yang menyasar para kader PKK se-Kota Makassar, Kamis.
Melinda menyoroti perbedaan signifikan antara generasinya yang tumbuh di era 1980-an hingga 1990-an dengan anak-anak saat ini. Menurutnya, akses internet yang jauh lebih mudah, terutama sejak pandemi COVID-19, telah mengubah smartphone dan tablet menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan belajar sehari-hari.
Meski memberikan banyak manfaat, Melinda mengingatkan bahwa kemudahan ini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi membantu proses belajar, di sisi lain menyimpan ancaman serius bagi tumbuh kembang anak jika tidak ada pengawasan ketat dari orang tua.
“Anak-anak tidak boleh sembarangan membagikan foto, lokasi, sekolah, maupun informasi pribadi lainnya di media sosial. Di era kecerdasan buatan atau AI saat ini, penyalahgunaan data dan identitas digital dapat terjadi dengan sangat mudah,” ujar Melinda dalam sambutannya.
Ia menegaskan, orang tua wajib menjadi teladan dalam penggunaan media sosial. Kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, menurutnya, justru membuka peluang terjadinya berbagai risiko keamanan digital yang bisa menjerat anak-anak.
Melinda berharap para orang tua selalu mendampingi anak saat menggunakan internet, termasuk ketika mengakses konten yang terlihat aman dan ditujukan untuk anak-anak. “Pengawasan tersebut penting untuk memastikan materi yang ditonton sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka,” katanya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten. Abdillah SAS, dosen Teknologi Informasi, memberikan pemaparan mengenai berbagai ancaman keamanan digital yang kini marak terjadi. Ia secara khusus mengingatkan peserta untuk tidak mengunggah aktivitas secara real time, terutama yang berkaitan dengan lokasi keberadaan dan data pribadi.
Sementara itu, Mugniar Marakarma, penulis dan mom blogger, membahas bahaya oversharing di media sosial. Menurutnya, jejak digital yang tersebar di internet dapat bertahan sangat lama dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap para kader dapat meneruskan ilmu yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. “Sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan,” pungkas Melinda Aksa.