MAKASSAR — Ratusan kilometer jalan berliku membelah perbukitan karst dan hamparan sawah menjadi latar perjalanan komunitas supermoto yang menyusuri kawasan Taman Nasional Bantimurung dan situs prasejarah Leang-Leang. Kegiatan bertajuk 'Bentang Cerita: Repsol Ride Story' ini menggabungkan petualangan dengan edukasi teknis bagi para pengendara motor.
Rombongan memulai perjalanan dari area Masjid Kubah 99 Asmaul Husna di pusat Kota Makassar. Destinasi pertama, Taman Nasional Bantimurung, menyuguhkan panorama air terjun dan keanekaragaman hayati yang menjadi ikon wisata alam Sulawesi Selatan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan Leang-Leang, situs arkeologi yang menyimpan jejak peradaban manusia purba berupa cap tangan dan lukisan babi rusa di dinding gua. Dua lokasi ini berada dalam satu kawasan geologis yang sama, menjadikannya rute favorit bagi komunitas motor yang ingin menikmati lanskap khas Maros.
Setelah tiba di area wisata, peserta tidak langsung beristirahat. Mereka mengikuti aktivitas teknis berupa penggantian oli menggunakan produk Repsol yang difasilitasi tim mekanik. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di Wisata Kuliner Lambe-Lambe.
Dalam sesi edukasi yang digelar setelahnya, para rider mendapatkan wawasan tentang teknologi pelumas, pentingnya memilih oli yang sesuai spesifikasi kendaraan, serta tips menjaga performa mesin dalam berbagai medan—terutama untuk motor yang kerap melibas jalan berbatu dan tanjakan curam khas Sulsel.
Bagi pengendara di Sulawesi Selatan yang terbiasa dengan medan campuran—aspal kota, jalan rusak, hingga jalur pegunungan—pengetahuan tentang pelumas menjadi krusial. Kesalahan memilih kekentalan oli sering kali menyebabkan mesin cepat panas atau keausan dini pada komponen.
Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, mengatakan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perjalanan memiliki cerita yang layak dikenang. "Melalui program ini, kami ingin mengajak para riders untuk menikmati keindahan berbagai daerah di Indonesia, membangun koneksi yang lebih erat antar komunitas, serta merasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan penuh makna," ujarnya.
Alejandro menambahkan bahwa Makassar dan Maros dipilih karena memiliki kekayaan alam serta budaya yang luar biasa. Ia berharap perjalanan ini tidak hanya menjadi touring bersama, tetapi juga ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan memperkuat semangat kebersamaan.