MAKASSAR — Kepulangan dua kloter pertama jemaah haji asal Sulawesi Selatan menjadi momen haru sekaligus evaluasi bagi penyelenggaraan ibadah tahun ini. Kloter 1 membawa 391 orang, terdiri dari 384 jemaah asal Kabupaten Soppeng, satu warga Makassar, dan enam petugas. Sementara Kloter 2 memberangkatkan 393 jemaah asal Sidrap, dan 391 di antaranya pulang dalam kondisi sehat.
Di tengah apresiasi atas kelancaran proses pemulangan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi-Debarkasi Makassar mencatat angka kematian yang tidak bisa diabaikan. Hingga pemulangan Kloter 1, total 16 jemaah Embarkasi Makassar wafat di Tanah Suci. Rinciannya: 11 jemaah asal Sulawesi Selatan, satu dari Sulawesi Barat, dua Sulawesi Tenggara, satu Maluku Utara, dan satu Maluku.
Dari Kloter 2, satu jemaah atas nama Ijuma H. Lompeng wafat pada 30 Mei 2026. Satu jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar semula merencanakan memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas, namun 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena sakit, hamil, wafat, atau menunda keberangkatan.
Kedatangan Kloter 2 terasa istimewa. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, secara langsung menjemput jemaah hingga ke area pesawat. “Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara,” ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Syaharuddin menilai tahun ini menjadi momen istimewa karena Kabupaten Sidrap untuk pertama kalinya memberangkatkan dua kelompok terbang. “Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya.
Di sela penyambutan, para pejabat mengingatkan esensi sejati ibadah haji. Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa predikat haji adalah amanah moral. “Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Ishaq.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku. “Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar. Yang sebelumnya kurang peduli, semoga menjadi lebih dermawan,” pesannya.
Kloter 1 mencatat jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan, 19 tahun, dan tertua, Halika Palecceng, 85 tahun. Jumlah jemaah lanjut usia mencapai 82 orang. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, berharap para jemaah, khususnya yang mendominasi rombongan pertama, dapat menjadi panutan dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi seluruh petugas. Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan baik, sebuah penilaian yang diamini Tim Pengawas DPR RI yang memantau langsung pelaksanaan di Arab Saudi. PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya.