BONE — Prof Lukman Arake resmi menjabat Rektor IAIN Bone setelah melalui proses pemilihan dan pengukuhan di kampus tersebut. Guru besar di bidang ilmu hadis ini membawa pengalaman panjang sebagai pimpinan Ponpes Al Ikhlas Ujung, sebuah pesantren yang ia dirikan dan kembangkan di Kabupaten Bone.
Lukman Arake memulai karier pendidikannya sebagai pengasuh Ponpes Al Ikhlas Ujung. Pesantren ini ia rintis sejak awal, dan di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan agama yang dikenal di wilayah tersebut.
Ia kemudian menempuh pendidikan doktoral di bidang hadis dan meraih gelar profesor di usia yang relatif muda, 47 tahun. Capaian akademik ini menjadi modal utama saat ia maju dalam pemilihan rektor IAIN Bone.
Dalam sambutan perdananya, Lukman menekankan pentingnya penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Ia ingin IAIN Bone tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
"Kita harus membangun sinergi antara akademisi, pesantren, dan pemerintah daerah," ujarnya dalam pidato pengukuhan, seperti dikutip dari laporan media setempat. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Pengalaman Lukman sebagai pimpinan ponpes menjadi pembeda dalam gaya kepemimpinannya. Ia memahami kultur pendidikan Islam tradisional sekaligus tuntutan akademik modern di perguruan tinggi negeri.
Sejumlah kalangan menilai, latar belakang ini bisa menjembatani kesenjangan antara pesantren dan kampus. Di Sulawesi Selatan, hubungan antara lembaga pendidikan Islam dan kampus negeri kerap menjadi perhatian, dan Lukman diharapkan bisa menjadi perekat.
Proses pemilihan rektor berlangsung cukup ketat. Lukman bersaing dengan beberapa kandidat internal lainnya. Namun, rekam jejaknya sebagai akademisi dan pengasuh pesantren dinilai menjadi faktor penentu kemenangannya.
Sejumlah dosen dan mahasiswa menyambut baik kepemimpinan barunya. Mereka berharap IAIN Bone bisa lebih terbuka terhadap inovasi, tanpa meninggalkan akar keislaman yang menjadi ciri kampus ini.
Apa perbedaan IAIN Bone dengan kampus Islam lainnya? IAIN Bone adalah perguruan tinggi Islam negeri yang fokus pada studi keagamaan, namun juga membuka program studi umum. Berbeda dengan UIN yang lebih luas, IAIN tetap pada koridor ilmu agama sebagai basis utama.
Bagaimana prospek karier lulusan IAIN Bone? Lulusan IAIN Bone umumnya terserap di sektor pendidikan, dakwah, dan pemerintahan. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan peluang kerja sama dengan industri dan lembaga riset semakin terbuka.