TAKALAR — Ribuan pasang mata tak lepas dari panggung panggung di tepi pantai. Di bawah rintik gerimis, satu per satu santri cilik bersarung dan berkopuk putih melangkah naik ke atas panggung. Mereka menerima sertifikat wisuda, hasil dari belajar membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Momentum itu terjadi di kawasan Wisata Rita, Galesong Selatan, yang biasanya ramai oleh pengunjung pantai, kini berubah menjadi arena syukur atas lahirnya generasi Qur’ani.
Pemilihan Wisata Rita sebagai lokasi wisuda bukan sekadar tempat seremonial. Ketua BKPRMI Takalar, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut bahwa pemandangan alam yang indah dan udara pantai yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. "Kami ingin mengajarkan bahwa belajar Al-Qur’an itu indah dan menyenangkan, tidak hanya di dalam ruangan. Dengan suasana alam, anak-anak lebih rileks dan semangat," ujarnya dalam sambutan.
Langkah ini juga menjadi strategi untuk memperkenalkan wisata lokal sebagai ruang edukasi. Biasanya, kawasan Wisata Rita identik dengan rekreasi keluarga dan kuliner. Namun, kali ini, panggung utama diisi oleh lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan oleh para santri. Ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dan pendidikan keagamaan bisa berjalan beriringan.
Wisuda ini diikuti oleh santri dari berbagai TKA dan TPA binaan BKPRMI di seluruh kecamatan di Takalar. Mereka telah menyelesaikan jenjang pendidikan dasar Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil. Tak sedikit dari mereka yang juga telah menghafal juz-juz pendek (juz Amma).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Bagi orang tua yang hadir, momen ini adalah kebanggaan tersendiri. "Saya sangat bersyukur. Anak saya jadi lebih rajin mengaji dan sholat lima waktu sejak ikut TPA. Ini investasi akhirat yang tak ternilai," kata seorang ibu yang anaknya diwisuda, ditemui di sela acara. Ia berharap kegiatan serupa terus digalakkan untuk menekan pengaruh negatif gadget pada anak-anak.
BKPRMI Takalar tidak hanya berhenti pada acara wisuda. Organisasi ini memiliki program berkelanjutan berupa pembinaan rutin di masjid-masjid dan musala. Para santri yang telah diwisuda akan didorong untuk mengikuti jenjang selanjutnya, seperti tahfidz intensif dan pelatihan imam.
"Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya bisa membaca, tapi juga memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya guru ngaji," tegas Ketua BKPRMI Takalar. Ia menambahkan, pihaknya juga menggandeng pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana belajar yang lebih baik.
Apakah program wisuda santri ini gratis?
Ya, seluruh biaya wisuda ditanggung oleh BKPRMI Takalar dan sumbangan sukarela dari orang tua santri. Tidak ada pungutan wajib yang memberatkan warga.
Kapan pendaftaran TKA-TPA untuk tahun ajaran baru dibuka?
Pendaftaran biasanya dibuka pada awal tahun ajaran baru, sekitar bulan Juli. Informasi lengkap bisa didapatkan di kantor BKPRMI Takalar atau melalui pengurus masjid setempat.