GOWA — Penghargaan dari Kemendagri untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor mampu menghasilkan perubahan nyata dalam waktu singkat. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang didampingi Sekretaris Daerah Andy Azis, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh elemen, mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kader PKK yang melakukan intervensi langsung di lapangan.
Pemkab Gowa tidak memisahkan penanganan stunting dari upaya pengentasan kemiskinan. Bupati Talenrang menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi pemicu utama keluarga tidak mampu memenuhi gizi anak secara optimal. Oleh karena itu, strategi integrasi diterapkan melalui aksi nyata pembagian sembako dan pemberian telur kepada keluarga penerima manfaat.
Hasilnya, data terbaru menunjukkan rapor hijau di dua sektor krusial. Angka stunting berhasil ditekan drastis dari 21 persen menjadi 17 persen. Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 6,85 persen menjadi 6,64 persen. Angka-angka ini menjadi bukti empiris bahwa pendekatan holistik lebih efektif daripada program yang berjalan sendiri-sendiri.
Lompatan besar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem ini diakselerasi hanya dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Sitti Husniah Talenrang bersama Wakil Bupati Darmawangsyah Muin. Senjata utamanya adalah Program Orang Tua Asuh yang mewajibkan para pejabat eselon II dan III untuk mendampingi langsung keluarga miskin ekstrem dan keluarga berisiko stunting.
“Melalui Program Orang Tua Asuh, kami mengawal keluarga miskin ekstrem agar mandiri, keluar dari garis kemiskinan, memiliki pendapatan yang lebih baik, hingga mampu memberikan pendidikan layak bagi anak-anak mereka,” tegas Bupati Talenrang. Pendekatan personal ini memastikan intervensi tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup pendampingan untuk kemandirian ekonomi.
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan khusus kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dan inovatif di empat bidang strategis. “Penghargaan ini mencakup penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing,” jelas Tito Karnavian dalam sambutannya saat penyerahan penghargaan di Claro Hotel, Kendari.
Mendagri berharap insentif dan penghargaan ini tidak sekadar menjadi pajangan di kantor bupati, melainkan menjadi pemantik motivasi bagi kepala daerah lain untuk terus melahirkan inovasi program. Ia menekankan bahwa dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat adalah tolok ukur utama keberhasilan sebuah pemerintahan daerah.
1. Apa yang membedakan program di Gowa dengan daerah lain?
Perbedaan utama terletak pada Program Orang Tua Asuh yang mewajibkan pejabat struktural turun langsung mendampingi keluarga sasaran. Ini memastikan akuntabilitas dan pemantauan harian, bukan sekadar laporan bulanan. Selain itu, integrasi data antara keluarga miskin ekstrem dan keluarga berisiko stunting menghilangkan tumpang tindih bantuan.
2. Apakah dana insentif Rp1 miliar bisa digunakan bebas oleh daerah?
Dana insentif dari Kemendagri ini merupakan reward atas kinerja fiskal dan program. Meskipun bersifat insentif, penggunaannya tetap harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan prioritas daerah, terutama untuk memperkuat program-program yang sudah berjalan agar dampaknya berkelanjutan.