Jumlah Hewan Kurban di Luwu Timur Tembus 2.206 Ekor, Tanda Ekonomi Warga Semakin Baik

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:18:06 WIB
Jumlah hewan kurban di Luwu Timur mencapai 2.206 ekor pada Idul Adha 2026, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

MAKASSAR — Angka partisipasi warga dalam ibadah kurban di Kabupaten Luwu Timur mengalami lonjakan signifikan pada tahun ini. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Luwu Timur mencatat total hewan kurban mencapai 2.206 ekor, jauh melampaui realisasi tahun sebelumnya yang hanya 1.682 ekor.

Lonjakan 524 Ekor dalam Setahun

Kenaikan paling tajam terjadi pada jumlah sapi. Pada Idul Adha 2025, tercatat hanya 1.506 ekor sapi yang dikurbankan. Angka itu melonjak menjadi 2.019 ekor pada tahun ini. Sementara itu, jumlah kambing juga bertambah dari 176 ekor menjadi 187 ekor.

Kepala Bagian Kesra Luwu Timur Amran Akmal menyebut peningkatan ini sebagai cerminan membaiknya daya beli masyarakat. "Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan kurban mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi masyarakat Luwu Timur semakin baik," ujarnya di Makassar, Selasa (26/5).

Partisipasi ASN dan Warga 11 Kecamatan

Dari total 2.206 ekor hewan kurban, sebanyak 47 ekor sapi merupakan partisipasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Sisanya, yakni 1.972 ekor sapi dan 187 ekor kambing, berasal dari masyarakat yang tersebar di 11 kecamatan di daerah yang dikenal dengan julukan "Bumi Batara Guru" tersebut.

Menurut Amran, semangat berkurban yang tinggi juga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program pembangunan dan pemberdayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Apa Arti Angka Ini bagi Ekonomi Lokal?

Kenaikan jumlah hewan kurban kerap dijadikan indikator sederhana untuk mengukur kesehatan ekonomi di tingkat akar rumput. Ketika lebih banyak warga mampu membeli sapi atau kambing—yang harganya tidak murah—hal itu menandakan adanya peningkatan pendapatan dan kepercayaan diri terhadap kondisi keuangan.

Di sisi lain, tradisi kurban juga menggerakkan ekonomi sektor riil, mulai dari peternak lokal, pedagang pakan, hingga jasa transportasi hewan. Luwu Timur sendiri merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Berikut data perbandingan hewan kurban di Luwu Timur:

  • 2025: 1.506 sapi + 176 kambing = 1.682 ekor
  • 2026: 2.019 sapi + 187 kambing = 2.206 ekor

Selisih total mencapai 524 ekor atau naik sekitar 31 persen dalam satu tahun.

Mengapa Angka Ini Penting untuk Dipantau?

Peningkatan jumlah hewan kurban bukan sekadar data seremoni keagamaan. Bagi pemerintah daerah, angka ini menjadi sinyal bahwa program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi kerakyatan mulai membuahkan hasil. Jika tren positif ini berlanjut, daya beli warga Luwu Timur diprediksi terus menguat pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top