Karantina Sulsel Perketat Pengawasan 46 Ekor Sapi Kurban ke Kalimantan Jelang Iduladha 2026, Antisipasi PMK dan LSD

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 25 Mei 2026 | 19:40:01 WIB
Petugas Karantina Sulsel melakukan pemeriksaan ketat 46 ekor sapi kurban jelang Iduladha 2026.

MAKASSAR — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak antarpulau menyambut Hari Raya Iduladha 2026. Dua titik pengeluaran utama, Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, menjadi pusat pemeriksaan karena tingginya mobilitas sapi menuju Kalimantan.

Dua Pengiriman Besar ke Balikpapan dan Kotawaringin Barat

Pengawasan terbaru menyasar dua pengiriman. Pertama, 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara. Kedua, 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang dikirim melalui Pelabuhan Garongkong menuju Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dengan KMP Awu Awu pada Sabtu (23/5/2026).

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyatakan peningkatan aktivitas ini harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Menurutnya, lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha berpotensi menjadi celah penyebaran penyakit hewan menular strategis, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Prosedur Karantina: Dari Darah hingga Dokumen

Setiap ekor sapi yang diberangkatkan tidak hanya diperiksa secara fisik. Petugas juga melakukan verifikasi dokumen administrasi dan pengambilan sampel darah untuk uji laboratorium. “Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu,” ujar Sitti Chadidjah dalam siaran pers di Makassar, Minggu (24/5/2026).

Ia menambahkan, tindakan karantina ini bertujuan ganda: melindungi kesehatan hewan sekaligus menjaga keamanan pangan asal hewan yang akan dikonsumsi masyarakat. “Setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” tegasnya.

Mengapa Pengawasan Ini Krusial bagi Sulsel?

Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung ternak nasional, khususnya untuk wilayah timur Indonesia. Jalur pelayaran dari Parepare dan Garongkong menjadi arteri utama distribusi sapi ke Kalimantan yang kebutuhan dagingnya terus meningkat. Tanpa pengawasan ketat, risiko penyebaran PMK dan LSD tidak hanya merugikan peternak di daerah tujuan, tetapi juga bisa mengancam reputasi Sulsel sebagai pemasok ternak yang sehat dan aman.

Langkah preventif seperti ini juga menjadi jaminan bagi konsumen di Kalimantan bahwa daging kurban yang mereka terima benar-benar layak konsumsi. “Tindakan karantina tidak hanya bertujuan melindungi kesehatan hewan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen,” kata Sitti Chadidjah.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: makassar.terkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top