SULAWESI SELATAN — PLN menyatakan kondisi kelistrikan Sumatera kini sudah kembali ke status normal. Proses pemulihan dilakukan setelah jaringan utama yang terputus berhasil disambungkan kembali. “Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti dari seluruh tim di lapangan, sistem kelistrikan Sumatera sudah pulih,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Gangguan besar terjadi pada Jumat pagi, menyebabkan sejumlah pembangkit dan transmisi listrik di Sumatera padam serentak. PLN langsung mengerahkan tim untuk mengidentifikasi titik gangguan dan melakukan switching jaringan. Proses normalisasi dilakukan secara bertahap dari satu sistem ke sistem lainnya.
Langkah prioritas diberikan pada pemulihan infrastruktur vital, termasuk rumah sakit, bandara, dan stasiun kereta. Setelah itu, pasokan listrik dialirkan kembali ke kawasan pemukiman dan pusat bisnis secara bergilir. PLN memastikan tidak ada lagi wilayah yang mengalami pemadaman total sejak Sabtu dini hari.
Blackout ini sempat membuat aktivitas warga di beberapa provinsi lumpuh. Lampu lalu lintas mati, mesin industri berhenti beroperasi, dan layanan perbankan terganggu. Di Medan dan Palembang, antrean panjang terjadi di SPBU karena pompa listrik tak bisa berfungsi.
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan susulan meski sistem sudah normal. Perusahaan juga membuka posko pengaduan bagi pelanggan yang mengalami kerusakan alat elektronik akibat fluktuasi listrik saat pemadaman.
PLN berjanji akan mengevaluasi sistem proteksi dan keandalan jaringan listrik Sumatera. Salah satu fokusnya adalah memperkuat sistem pengamanan transmisi agar gangguan serupa tidak meluas lagi. Perusahaan juga akan mempercepat proyek interkoneksi antar-sistem pembangkit di Sumatera untuk meningkatkan stabilitas pasokan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur kelistrikan di luar Jawa masih perlu perbaikan signifikan. Dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera yang terus naik, pasokan listrik yang andal menjadi syarat mutlak bagi kelangsungan industri dan kehidupan sehari-hari warga.