SULAWESI SELATAN — PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang moncer. Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (21/5), bank digital ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp375,6 miliar, melesat 288% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp96,7 miliar pada kuartal I 2025. Total aset perusahaan pun ikut terdongkrak 33% menjadi Rp49,7 triliun.
Pertumbuhan laba SeaBank ditopang oleh penyaluran kredit yang ekspansif. Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp34,80 triliun, naik 40,83% dibandingkan Rp24,71 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Fokus penyaluran kredit tetap pada segmen ritel individual melalui produk direct lending dan kemitraan strategis dengan perusahaan multifinance serta lending partner.
Di sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan akselerasi. DPK SeaBank tumbuh 44,58% menjadi Rp39,1 triliun dari sebelumnya Rp27 triliun. Yang menarik, komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mendominasi sebesar 69,10% dari total DPK, menandakan struktur biaya dana yang efisien.
Meskipun agresif menyalurkan kredit, SeaBank tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan Gross/NPL Gross) tercatat terkendali di angka 1,56%. Angka ini berada di bawah ambang batas ketat yang ditetapkan regulator untuk bank digital.
Untuk mendukung rencana ekspansi jangka panjang, SeaBank juga memastikan permodalan yang kokoh. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 21,88% pada akhir kuartal I 2026, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyebut capaian ini sebagai bukti ketangguhan model bisnis bank digital. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.
Sasmaya menambahkan bahwa setiap angka dalam laporan keuangan merepresentasikan kepercayaan nasabah. "Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden," pungkasnya.