SINJAI — Seorang jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai mendapat kehormatan langka dari otoritas Arab Saudi. Pemerintah setempat berkomitmen membangun masjid dan wakaf yang akan menggunakan nama Saifuddin HM Abd Muin Saideng sebagai simbol penghargaan.
Penghormatan itu disampaikan dalam pertemuan di Hotel 608 Al-Hadaiq Al-Raqiah, kawasan Jarwal, Makkah, Rabu (13/5/2026). Saifuddin tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar pada musim haji 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H Faried Wajedi, yang bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), mendampingi langsung pertemuan tersebut. Ia juga bertindak sebagai penerjemah.
"Mereka mencari dua orang jemaah tertua, laki-laki dan perempuan. Saya diminta menyampaikan maksud kedatangan mereka. Pemerintah setempat datang memberikan ucapan selamat datang dan hadiah kepada kedua jemaah tersebut," ujar Faried dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Dalam kunjungan itu, perwakilan Pemerintah Arab Saudi secara khusus mencari dua jemaah tertua, laki-laki dan perempuan. Hadiah istimewa pun diberikan, termasuk rencana pembangunan masjid dan wakaf.
Saifuddin bukan nama asing di kampung halamannya. Meski tunanetra, ia aktif menjadi imam masjid di Sinjai. Kisahnya menjadi inspirasi karena kegigihannya mengumpulkan biaya haji selama dua dekade.
Keteguhan Saifuddin dinilai menjadi teladan. Perjalanan spiritualnya membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang meraih kemuliaan memenuhi panggilan ibadah ke Baitullah.
"Ini bentuk penghormatan luar biasa. Mereka ingin membangun masjid dan wakaf atas nama jemaah tersebut sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan," tambah Faried.
Penghormatan yang diberikan tidak sekadar seremoni biasa. Komitmen membangun masjid dan wakaf dengan nama jemaah asal Indonesia itu menjadi simbol penghargaan atas perjuangan mereka menunaikan ibadah haji di tengah keterbatasan fisik di usia senja.