MAKASSAR — Kalla Institute menggelar workshop AI dan Smart Technology selama dua hari di awal Mei 2026, menghadirkan dua pakar dari Google. Kegiatan ini berlangsung di American Corner NIPAH PARK dan Auditorium Kalla Institute, dengan target mencetak lulusan yang memiliki daya saing global.
Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom, membawakan topik “Akselerasi Kompetensi Teknologi Cerdas (Smart Technology)”. Dalam sesi ini, ia mengajak peserta melakukan praktik langsung menggunakan Google AI Studio.
"Cara kerjanya simple, pengguna hanya perlu memasukkan prompt yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan tools ini, peserta bisa dengan mudah memanfaatkan AI lebih jauh lagi dan bisa belajar lebih baik lagi," ungkap Esther.
Sesi pertama bertajuk "AI untuk Semua: Navigasi di Era Kecerdasan Artificial" dibawakan oleh Dr. Ir. Joan Santoso, S.Kom., M.Kom. Ia menekankan bahwa AI telah bertransformasi dari alat fungsi tunggal menjadi asisten serbaguna di berbagai bidang.
“Dari yang awalnya AI hanya digunakan untuk satu jenis pekerjaan saja, sekarang sudah bertransformasi menjadi sebuah alat untuk membantu setiap kegiatan manusia,” jelas Joan.
Dosen pengampu Kalla Institute, Dr. Andi Hutami Endang, S.Kom., M.Kom, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan kegiatan rutin kampus. Tujuannya agar peserta mampu menjadi pengguna aktif yang produktif, bukan sekadar konsumen teknologi.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan siswa maupun mahasiswa agar mulai memanfaatkan AI secara aktif. Dengan mengenal fungsi dan tujuan AI, kita bisa mengolah data di sekitar kita menjadi barang berharga seperti AI," ujar Andi Hutami.
Sebagai kampus teknologi dan bisnis unggulan di Makassar, Kalla Institute terus menyesuaikan kurikulumnya dengan dinamika industri. Workshop ini menjadi bukti upaya kampus dalam melahirkan lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap transformasi digital.
Melalui penguasaan Smart Technology, mahasiswa diharapkan mampu menjawab tantangan industri teknologi yang terus berkembang pesat.