Raja se-Sulsel Hadiri 25 Tahun Lembaga Adat Bangkala Jeneponto

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:44 WIB
Raja dan pemangku adat se-Sulawesi Selatan menghadiri peringatan 25 tahun Lembaga Adat Bangkala di Jeneponto.

JENEPONTO — Kawasan Balla Lompoa Bangkala bersalin rupa menjadi episentrum budaya Sulawesi Selatan. Lembaga Adat Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala merayakan milad ke-25 melalui silaturahmi akbar yang berlangsung khidmat. Momentum ini menandai perjalanan panjang lembaga dalam merawat identitas dan warisan leluhur.

Ketua Lembaga Adat Bangkala, Saiful Mustamu Karaeng Moncong, tak kuasa membendung haru saat menyambut para tamu. Baginya, berkumpulnya para pembesar adat di Jeneponto merupakan pencapaian monumental dalam sejarah organisasi. Kehadiran mereka mengukuhkan posisi Bangkala dalam peta kebudayaan daerah.

“Ini pertama kalinya peringatan hari jadi Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala dihadiri langsung oleh para Raja, Karaeng, dan pemangku adat dari mana saja. Ini bukti nyata bahwa adat kita masih hidup, masih dihormati, dan menjadi perekat yang kuat. Kami sangat bersyukur dan bangga bisa mempersatukan keluarga besar adat di sini,” ujar Saiful Mustamu dengan suara bergetar.

Daftar Tokoh Adat dan Raja yang Hadir di Jeneponto

Halaman Balla Lompoa dipenuhi tamu yang mengenakan busana adat lengkap. Suasana kerajaan masa lalu hidup kembali melalui kehadiran tokoh-tokoh kunci pelestari budaya. Berdasarkan pantauan, para tamu kehormatan tampak anggun dalam balutan pakaian tradisional yang sarat makna.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masyarakat Adat Nusantara (Matra), Andi Bau Malik Karaeng Barangmamase, memimpin deretan tamu utama. Ia hadir didampingi sejumlah pemangku adat terkemuka dari berbagai penjuru wilayah:

  • Andi Abd Waris Dg Sioja Karaeng Marusu
  • Andi Syukwansah Karaeng Laikang (Pemangku Adat Laikang)
  • Andi Makmur Sadda Puang Mu
  • Khaidir Karaeng Bulu (Pemangku Adat Binamu)
  • Andi Pamenery (Pemangku Adat Tanah Beru)

Tokoh masyarakat Jeneponto, Iksan Iskandar Karaeng Ningra, turut hadir menyaksikan momentum bersejarah ini. Kehadiran delegasi lintas wilayah tersebut mempertegas eratnya pertalian kekeluargaan antar-komunitas adat di Sulawesi Selatan. Hubungan persaudaraan ini tetap terjaga meski zaman terus berganti.

Prosesi Sakral dan Alunan Gendang Tradisional

Dentuman gendang tradisional yang ritmis menyambut kedatangan para tamu agung. Prosesi sakral mengiringi langkah para raja menuju singgasana kehormatan di dalam Balla Lompoa. Suasana magis terasa saat ritual adat dijalankan sebagai inti peringatan 25 tahun lembaga.

Di ruang utama, para pembesar adat duduk berdampingan dalam dialog kebudayaan. Mereka bertukar pikiran mengenai strategi pelestarian warisan leluhur di daerah masing-masing. Dialog ini menjadi ruang refleksi untuk memastikan nilai-nilai tradisional tetap relevan bagi generasi mendatang.

Bagi masyarakat Bangkala, peringatan seperempat abad ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran para raja dari berbagai daerah menjadi pengakuan atas eksistensi Lembaga Adat Kerukunan Keluarga Laiyya Teayya Ri Bangkala. Lembaga ini terbukti konsisten menjaga marwah dan identitas budaya di Kabupaten Jeneponto.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: makassar.terkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top